Cinta itu hampir mirip dengan narkoba.
Awalnya kita mersa girang dan kita merasakan sedikit euphoria when that love comes to you. Kita juga tidak tahu kapan cinta akan muncul, namun kita akan sadar ketika orang yang anda cintai akan selalu menjadi oksigen untuk anda bernafas dan anda merasa ingin selalu tetap disampingnya.
Setelah cinta kita dapat, sama seperti narkoba kita akan masuk pada fase toleransi dimana kadar cinta tersebut harus ditambah agar sensasinya terasa sama seperti sebelumnya, atau pun apabila kadar tersebut diputuskan kita akan putus asa (sakau) yang dalam cinta bisa dikatakan galau. Dalam fase ini kita sudah merasa addicted to love, kita selalu ketergantungan terhadap cinta. Cinta akan sangat berpengaruh terhadap hidup seseorang baik dalam kondisi fisik mental dan sosial.
Namun ketika cinta itu telah sirna atau tidak mendapatkan sensasinya seperti semula. Kita akan seperti orang sakau tidak tahu harus berbuat apa, entah mempertahankan atau pindah kelain hati yang mungkin butuh proses rehabilitasi terlebih dahulu.
Cinta tidak perlu kata-kata manis. Love is an act as simple as that. Tapi apakah kita akan tetap cinta kepada seseorang yang telah bahagia bersama orang lain? Itu tergantung kadar cinta yang anda punya, yang pasti jika anda benar-benar cinta kepada wanita tersebut anda akan menunggu hingga waktu mempertemukan anda dengannya, walau hanya kemungkinan kecil untuk ia bersama anda paling tidak anda perlu berbangga karna ada cinta di hati anda. Dan anda harus percaya bahwa cinta hanyalah narkoba yang bisa anda dapatkan dimana saja.
No comments:
Post a Comment